Sosial Budaya Studi Agama

“Bangsa yang Kehilangan Kebanggaan: Saat Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Senjata”

Oleh: Dr. Hendra Yulia Rahman, M.HI *) Penjajahan modern sering tidak hadir dalam bentuk tank, meriam, atau pasukan bersenjata. Ia masuk melalui rasa malu terhadap identitas sendiri. Ketika generasi muda mulai merasa budaya asing lebih mulia daripada warisan leluhurnya, saat itu sesungguhnya penjajahan psikologis sedang bekerja. Kutipan John Henrik Clarke menegaskan bahwa penguasaan pikiran lebih […]

“Bangsa yang Kehilangan Kebanggaan: Saat Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Senjata”

Oleh: Dr. Hendra Yulia Rahman, M.HI *) Penjajahan modern sering tidak hadir dalam bentuk tank, meriam, atau pasukan bersenjata. Ia masuk melalui rasa malu terhadap identitas sendiri. Ketika generasi muda mulai merasa budaya asing lebih mulia daripada warisan leluhurnya, saat itu sesungguhnya penjajahan psikologis sedang bekerja. Kutipan John Henrik Clarke menegaskan bahwa penguasaan pikiran lebih kuat daripada penguasaan wilayah. Bangsa yang kehilangan rasa bangga terhadap sejarahnya akan mudah diarahkan, dipecah, bahkan dikendalikan tanpa paksaan fisik. Islam sendiri mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan kemuliaan umat. Allah berfirman: ﴿وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ﴾ “Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan bersedih hati, padahal

Kontekstualisasi Nilai-Nilai Isra’ Mi‘raj dalam Kehidupan Umat Islam di Era Digital

Oleh: Dr. Zulihi, M.Ag *) Peristiwa Isra’ Mi‘raj merupakan salah satu kejadian paling monumental dalam sejarah Islam yang sarat dengan dimensi teologis, spiritual, dan sosial. Isra’ Mi‘raj tidak hanya memperlihatkan kemahakuasaan Allah SWT melalui perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, tetapi juga menegaskan kedudukan manusia sebagai makhluk spiritual yang memiliki tanggung jawab moral dalam kehidupan. Secara teologis, Isra’ Mi‘raj merupakan mukjizat yang menegaskan hubungan vertikal (Hablun Minallāh) antara manusia dan Allah SWT. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan bahwa perjalanan tersebut merupakan kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Puncak

PUASA DAN MEDIA SOSIAL

OLEH: FAISAL SALEH Orang yang berpuasa di era sekarang menghadapi tantangan tersendiri agar kualitas pahalanya tidak kurang nilainya di hadapan Allah SWT. Tantangan dimaksud tidak luput di seputar perbuatan ghibah, hoaks dan konten-konten negatif.  Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain tanpa sepengetahuannya. Bisa jadi yang disampaikan adalah benar adanya, namun tetap tidak dibenarkan. Berdosa karena dapat merusak hubungan silaturahmi. Dapat menimbulkan fitnah dan dapat meyebarkan kebencian. Di era digital sekarang ghibah tidak hanya dalam bentuk percakapan langsung, tetapi terjadi di media sosial. Contohnya bisa dengan menyebarkan aib orang lain. Mengunggah cerita-cerita buruk orang tanpa sepengetahuannya. Bisa juga
Ekonomi Sosial Budaya

Mewujudkan Keadilan Sosial di Papua: Refleksi Kebangkitan Nasional dalam Kerangka Otonomi Khusus dan Daerah Otonomi Baru

Oleh: Abd. Karman *) Kebangkitan Nasional Indonesia yang diperingati setiap 20 Mei merupakan momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Ini menandai kebangkitan semangat persatuan, kesadaran kolektif rakyat, dan perjuangan menuju kemerdekaan, yang menjadi fondasi bagi negara kesatuan Republik Indonesia. Namun, semangat ini tidak hanya relevan dalam konteks sejarah, tetapi juga dalam pembangunan masa depan Indonesia, […]

Berita Terkini

Peta Lokasi

Statistik Pengunjung