Sosial Budaya Studi Agama

PUASA DAN MEDIA SOSIAL

OLEH: FAISAL SALEH Orang yang berpuasa di era sekarang menghadapi tantangan tersendiri agar kualitas pahalanya tidak kurang nilainya di hadapan Allah SWT. Tantangan dimaksud tidak luput di seputar perbuatan ghibah, hoaks dan konten-konten negatif.  Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain tanpa sepengetahuannya. Bisa jadi yang disampaikan adalah benar adanya, namun tetap […]

PUASA DAN MEDIA SOSIAL

OLEH: FAISAL SALEH Orang yang berpuasa di era sekarang menghadapi tantangan tersendiri agar kualitas pahalanya tidak kurang nilainya di hadapan Allah SWT. Tantangan dimaksud tidak luput di seputar perbuatan ghibah, hoaks dan konten-konten negatif.  Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain tanpa sepengetahuannya. Bisa jadi yang disampaikan adalah benar adanya, namun tetap tidak dibenarkan. Berdosa karena dapat merusak hubungan silaturahmi. Dapat menimbulkan fitnah dan dapat meyebarkan kebencian. Di era digital sekarang ghibah tidak hanya dalam bentuk percakapan langsung, tetapi terjadi di media sosial. Contohnya bisa dengan menyebarkan aib orang lain. Mengunggah cerita-cerita buruk orang tanpa sepengetahuannya. Bisa juga

KEGEMBIRAAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

OLEH: FAISAL SALEH *) Kegembiraan menyertai umat Islam seluruh dunia dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1446 h/2025. Mungkin ada pertanyaan mengapa harus bergembira. Jawabnya tentu perlu dikemukakan beberapa poin ke halayak publik agar umat dapat meresapi betapa kasih dan sayang Allah SWT kepada hamba-nya dengan media bulan Ramadhan. Antara lain adalah, bulan Ramadhan disebut dengan bulan yang penuh keberkahan. Apa itu keberkahan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa keberkahan adalah bertambahnya kebaikan dalam sesuatu baik secara materi maupun non materi. Bahkan dapat dipahami bahwa sesungguhnya keberkahan tidak hanya dalam arti rezeki yang kita dapat tetapi keberkahan juga mencakup ketenangan hidup, kebahagiaan bahkan

NISHFI SYA’BAN MALAM BARA’AH

Manusia atau hamba Allah, Allah subhanahu wata’ala memberikan menyiapkan momen-momen penting dalam kehidupannya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Untuk Pelajar bahwa momen bermakna waktu yang pendek, saat.[1] Dalam istilah waktu, dimaknai sebagai seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung, lamanya (saat tertentu).[2] Orang barat mengatakan bahwa ‘Time is Money’ atau ‘Waktu adalah Uang. Orang Islam, waktu lebih mulia dan lebih berharga dari itu. Bagi seorang muslim “waktu adalah pahala”, waktu adalah rezeki yang Allah limpahkan kepada kita, waktu adalah kesempatan yang Allah berikan kepada seorang hamba untuk membekali dirinya dengan ketaatan.[3] Sayidina Ali mengatakan, “Waktu bagaikan pedang,
Akademik Sosial Budaya

TRANSFORMASI BERKELANJUTAN: SUSTAINABLE TRANSFORMATION

 Oleh: Dr. H. Marwan Sileuw, S. Ag., M. Pd (Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua) 3 Pebruari 2024 IAIN Fattahul, Muluk Papua sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri yang berkiprah di Bumi Cenderawasi Papua Kota Jayapura, kedudukannya sangat strategis dan unik dalam menjalankan visi dan misinya bagi masyarakat. Di mana, keberadaannya di tengah-tengah masyaraat minoritas […]

Ekonomi Sosial Budaya

DAMPAK CORONA TERHADAP PERTUMBUHAN PERKONOMIAN DI INDONESIA

Oleh Rifki Saputra Masaa(Mahasiswa Semester IV Prodi Perbankan Syariah IAIN Fattahul Muluk Papua) “… ekonomi Indonesia tanpa virus coronapun akan anjlok karena hutang negara yang begitu banyak” Indonesia merupakan salah satu negara yang kini tengah dihantam wabah penyakit virus corona atau yang biasa disebut Covid-19. Hingga saat ini kasusnya masih terus bertambah. Berbagai upaya telah […]